IMG-LOGO
DPMTSP

DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP

KABUPATEN GRESIK


BERITA


Diresmikan Presiden Joko Widodo, JIIPE Ditarget Naikkan Jumlah Kunjungan Kapal di Jatim



75jok.jpg




Presiden Joko Widodo meresmikan operasional Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di kawasan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (9/3/2018).

"Dengan mengucapkan Bismillah, saya resmikan JIPPE di kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jangan ada masalah perizinan karena ini akan buka lapangan pekerjaan yang besar bagi kita," kata Presiden yang akrab disapa Jokowi tersebut.

Selanjutnya dalam sambutan, Jokowi menyatakan, dirinya sangat menghargai keberadaan JIIPE ini.

"Yang juga sudah bekerja sama dengan pondok pesantren. Saya sangat menghargai itu, cara kerja sama seperti yang dilakukan JIIPE ini bisa difotokopi, tanyakan ke ponpes SDM apa yang ada di sana, ambil semuanya kalau belum bisa latih, 'vocational training', komupter mengoperasikan mesin-mesin modern," ungkap Jokowi.

Dirinya juga yakin bahwa santri-santri di Gresik dan sekitarnya dapat menjadi tenaga terampil di kawasan itu.

"Saya kira santri-santri kita pintar-pintar juga dan yang paling penting akhlaknya bagus-bagus, gampang diatur dan akhlaknya baik-baik bener tidak?" kata Presiden.



Jokowi juga memuji kawasan industri JIIPE yang terintegrasi dengan pelabuhan dan tersedia pembangkit listrik dengan penyediaan skema fasilitas di pelabuhan bekerja sama dengan Pelindo.

"Iniah yang mempercepat yang namanya tol, pembangkit listrik cepat dikerjakan tapi kalau swasta mau kerja sendiri juga baik tapi kalau kerja sama dengan BUMN itu akan mempercepat," lanjut Presiden.

Kawasan JIIPE memiliki memiliki Izin Usaha Kawasan Industri seluas 1.760 hektare yang dilengkapi pembangkit tenaga listrik 23 megawatt. Kawasan ini dilengkapi dengan water treatment plant, jaringan pipa gas yang terkoneksi dengan pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN), Sistem Telekomunikasi fiber optik dan internet broadband serta pelabuhan.


 JIIPE dibagi menjadi beberapa kawasan yaitu Port Estate, Heavy Industry, Medium Industry, Light Industry, Commercial, Pelabuhan, dan Kawasan Pemukiman yang ditargetkan dapat menampung sekitar 183 industri yang akan menyerap investasi Rp 83,2 triliun.

Saat ini sudah ada 8 perusahaan yang berinvestasi meliputi 2 perusahaan sudah beroperasi, 2 perusahaan dalam proses pembangunan pabrik dan 4 lainnya akan mulai pembangunan.

Namun, masih dibutuhkan peningkatan beberapa infrastruktur seperti pelebaran Jalan Daendels, penyambungan rel kereta api sepanjang 11 kilometer dari Stasiun Duduk Sampeyan sampai masuk ke lokasi JIIPE dan tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar bisa terkoneksi dengan JIIPE.

Sebelum peresmian, Presiden Direktur PT AKR Corporindo TBK, Haryanto Adikoesoemo, menyebutkan, bila peresmian JIIPE sebagai kawasan industri terpadu terbesar di akan meningkatkan kedatangan kapal ke wilayah ini.

"Tentunya diresmikannya JIIPE hari ini, akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi kawasan industri ini. Kami harapkan jumlah kapal yang akan dilayani meningkat seiring dengan perkembangan industri di JIIPE," kata Haryanto.

Khusus untuk pelabuhan, selama kurun waktu tahun 2016, pelabuhan ini telah melayani 500.000 ton kargo curah kering dan cargo umum dengan jumlah kapal mencapai 25 kapal. Kemudian di tahun 2017, kargo yang dilayani meningkat hingga 1,3 juta ton.

Direktur Utama PT Pelindo III, Ari Ashkara menambahkan nilai investasi membangun fasilitas di JIIPE sudah mencapai angka hampir Rp 5 trilliun.

"Nilai investasi itu, masing-masing dari PT AKR Corporindo Tbk dan PT Pelindo III sesuai dengan komposisi saham yang dimiliki, dan diperkirakan akan rampung secara keseluruhan dalam 15 tahun ke depan," jelas Ari.

JIIPE meliputi area industrial seluas 1,761 Ha, area residensial seluas 800 Ha dan area pelabuhan seluas 400 Ha.

Dengan total area 2,961 Ha, JIIPE ditargetkan menjadi kawasan industri terbesar di Jawa Timur.


Sumber: http://surabaya.tribunnews.com

Tanggal Post : 2021-04-04 21:28:07