IMG-LOGO
DPMTSP

DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP

KABUPATEN GRESIK


BERITA


Bupati Gresik Raih Government Award Bidang Investasi Infrastruktur 2017



112ef9e908d126e74359ebe09a25823669.jpg




Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menerima penghargaan Goverment Award 2017 untuk bidang Investasi Insfrastruktur dari Majalah Nasional terkemuka.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Senin (3/4/2017) malam.

Selain Mendes PDTT, hadir dalam penyerahan penghargaan itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mohammad Saleh dan Hary Tanoesoedibjo selaku CEO MNC Group, serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota penerima penghargaan.

Bupati Sambari Halim Radianto usai menerima penghargaan menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik atas dukungannya selama ini. “Penghargaan yang saya raih ini adalah penghargaan untuk seluruh masyarakat Gresik. Kami sangat berterima kasih kepercayaan dunia usaha yang telah mempercayakan Kabupaten Gresik untuk menanamkan modalnya dan berinvestasi,” katanya.

Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pekerja yang tetap menjaga stabilitas perburuhan. Kemudian, kepada masyarakat dan para tokoh masyarakat, para Kiai dan alim ulama yang selama ini turut membantu memberikan support dan dukungan atas program-program pembangunan Pemerintah Kabupaten Gresik. "Saya ucapkan banyak terima kasih," ucapnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono yang ikut hadir mendampingi Bupati, menyatakan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai berhasil dalam melahirkan inovasi dan kreativitas tinggi dalam kapasitasnya sebagai pemimpin lokal.

“Supremasi ini merupakan bentuk apresiasi bagi kepala daerah yang berprestasi dan inspiratif,” katanya.

Menurut Suyono, Kepala Daerah yang meraih penghargaan ini adalah mereka yang sukses membangun. Dalam berimprovisasi, lanjut dia, Bupati sukses menciptakan inovasi, sehingga investasi di Kabupaten Gresik terdepan dibanding Kabupaten lain.

“Ada sejumlah syarat yang harus dilalui dengan berbagai penilaian khusus dari Panitia Pemberi penghargaan," papar Suyono.

Dijelaskan dia, penilaian diawali melalui riset dari berbagai referensi. Kemudian tim panitia menentukan 3 nominator untuk tiap bidang. Selanjutnya, para nominator diminta untuk mengirimkan data keistimewaan dari bidang yang dinominasikan.

Tak berhenti sampai di situ, tim panitia juga melakukan observasi ke daerah calon pemenang, melakukan tatap muka dan wawancara dengan akademisi, masyarakat dan Kepala Daerah setempat.

Selanjutnya, hasil itu di diskusikan bersama tim juri untuk menentukan pemenang. “Dinilai dari sisi tersebut, Gresik meraih nilai yang tertinggi dengan berbagai keistimewaan yang dicapai dalam 6 tahun terakhir," ungkap Suyono.

Bukti bahwa Gresik sebagai kabupaten tempat berlabuhnya investor dengan adanya kunjungan para calon diplomat dari Kementerian Luar Negeri.

Para calon diplomat yang dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Apasaf) Sudirman Haseng tertarik mengunjungi Gresik Karena Gresik dianggap sebagai berlabuhnya para investor.

"Gresik punya potensi lebih dibanding daerah lain untuk kami promosikan ke luar negeri. Karena semua fasilitas ada di Gresik. Lengkapnya infrastruktur serta industri pendukung, Pelabuhan International, dan stabilitas perburuhan serta kondisi masyarakat yang kondusif merupakan daya tarik bagus untuk investor. Kenyataan ini adalah fakta bahwa Gresik punya potensi yang sangat bagus " ungkap Sudirman Haseng disela menyaksikan maket Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) baru-baru ini.

Kenyataan ini didukung juga oleh Bupati Sambari yang bertekad akan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gresik mencapai Rp 83 triliun pada tahun 2021, yang disumbang dari bidang manufaktur sebesar 49 persen.

Tekad Bupati ini tak hanya sekedar harapan, mengingat perkembangan pada 5 tahun terakhir yaitu sejak tahun 2010 hanya Rp 7 triliun. Tahun 2015 PDRB Gresik mencapai Rp 23 triliun. Dan pada tahun 2021 PDRB ditargetkan menjadi Rp 83 triliun adalah sesuatu yang masuk akal.

Sebab saat ini di Kabupaten Gresik ada 6000 lebih industri dan 53 di antaranya adalah termasuk industri besar. Dari jumlah itu ada sekitar 1.383 Industri yang berorientasi ekspor.

sumber : www.bangsaonline.com