IMG-LOGO
DPMTSP

DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP

KABUPATEN GRESIK


BERITA


Freeport Pilih Gresik Untuk Smelter Baru Rp 30 T



49freeport-bohong-bangun-smelter-di-gresik.jpg




PT Freeport Indonesia sudah final memutuskan, pembangunan pabrik pemurnian (smelter) barunya US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun di Gresik, Jawa Timur daripada di Papua. Keputusan tersebut diambil dengan banyak pertimbangan, terutama dari segi ekonomis.

"Pembangunan smelter ada penilaian teknis dan bisnis. Karena smelter yang akan kita bangun nilainya US$ 2,3 miliar," kata Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin, ditemui di sela-sela acara Rakernas Kadin Indonesia Timur, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Maroef mengatakan, atas pertimbangan tersebut pihaknya memutuskan membangun pabrik smelter baru untuk pengelolahan tembaga ada di Gresik, bukan di Papua.

"Kami sudah memutuskan, berdasarkan pertimbangan teknis, bisnis, serta dukungan infrastruktur, akan dibangun di Gresik," ucapnya.

Ia mengungkapkan, Gresik menjadi pilihan sebagai lokasi smelter Freeport, pertama pihaknya sudah memiliki smelter tembaga yang bekerjasama dengan perusahaan lain. Selain itu, di Gresik tersedia pasokan listrik dan air yang cukup.

"Di sana terdukung listrik ada pelabuhan ada air ada," ucapnya.

Tidak hanya itu, di Gresik juga tersedia industri pengolahan lainnya yang bisa memanfaatkan limbah dari pengolahan smelternya. Karena bisa limbah tidak diolah kembali, akan menjadi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

"Kalau mau bangun smelter itu yang perlu diperhatikan adalah industri lanjutan. Karena kalau tidak dikelola dengan baik, tidak memiliki nilai ekonomis dan akan jadi limbah. Apa itu limbah? Cair asam sulfat kalau tidak dimanfaatkan akan jadi B3. Tapi kalau dimanfaatkan bisa jadi kebutuhan pabrik pupuk di Gresik," ungkapnya.

"Kemudian limbah padatnya gypsum bisa dimanfaatkan untuk downstream industry untuk pabrik semen. Di Papua belum ada. Lokasinya belum bisa kita pastikan dalam kurun waktu yang ditentukan pemerintah. Sehingga dengan pertimbangan infrastruktur, pertimbangan teknis dan bisnis, kami memutuskan untuk dibangun di Gresik," pungkas Maroef.

source : detikfinance