IMG-LOGO
DPMTSP

DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP

KABUPATEN GRESIK


BERITA


Freeport Pasok konsentrat ke PT. smelting Gresik



29smelting-gresik.jpg




 PT Freeport Indonesia berkomitmen memasok 2,5 juta ton konsentrat untuk pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) dalam negeri. Selain telah memasok konsentrat ke pabrik smelter milik PT Smelting di Gresik, Freeport akan mengalokasikan konsentrat untuk PT Indosmelt dan PT Indovasi Mineral Indonesia.

Presiden Direktur Freeport, Rozik B. Sutjipto, mengatakan investor dan pelaku industri smelter harus saling bekerja sama untuk mendukung program hilirisasi bahan mineral ini.

"Kami membutuhkan update proyek pembangunan pabrik sehingga pada saatnya, antara kebutuhan dan pasokan bisa match," kata dia kepada wartawan di Jakarta pada Selasa, 13 Agustus 2013.

Presiden Direktur Indovasi, Taufik Sastrawinata mengaku lega dengan komitmen Freeport. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan studi awal untuk membangun smelter. "Kami tidak hanya pendekatan ke Freeport, tapi juga ke Newmont," ujar Taufik.

Meski baru berusia setahun, Indovasi yakin bisa mengembangkan program hilirisasi mineral dengan nilai investasi sebesar US$ 1,5 miliar. Taufik mengatakan ada dua lokasi potensial yang akan dipilih untuk membangun pabrik smelter berkapasitas produksi 200 ribu ton tembaga katoda, yaitu di Gresik dan Tuban.

Saat ini pihaknya masih berada di tahap studi kelayakan finansial. Setelah itu, selama 6-9 bulan perusahaan akan melakukan studi kelayakan proyek sembari melakukan perjanjian jual beli. "Kami harapkan pada akhir tahun depan pembangunan dimulai," ujarnya.

Senada, Direktur Utama Indosmelt, Natsir Mansyur mengapresiasi komitmen Freeport. Ia mengaku membutuhkan pasokan 500 ribu ton kondensat untuk memproduksi 100 ribu ton tembaga katoda. "Disamping itu, kami bisa memproduksi 20-30 ribu ton emas," ujar dia.

Pabrik smelter Indosmelt nantinya akan berlokasi di Kabupaten Maros, Sumatera Selatan. Dengan investasi sebesar US$ 1,5 miliar, Natsir menargetkan pada 2017 depan, pabrik smelter Indosmelt sudah bisa beroperasi.

sumber : TEMPO.CO